Selasa, 04 Juni 2013
Jumat, 17 Mei 2013
Jumat, 10 Mei 2013
NASIHAT LUQMAN KEPADA ANAKNYA
NASIHAT LUQMAN KEPADA ANAKNYA
12. Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmat kepada Luqman, yaitu: "Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji".
13. Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar".
14. Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun[1180]. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.
[1180]. Maksudnya: Selambat-lambat waktu menyapih ialah setelah anak berumur dua tahun.
15. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.
16. (Luqman berkata): "Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus[1181] lagi Maha Mengetahui.
[1181]. Yang dimaksud dengan Allah Maha Halus ialah ilmu Allah itu meliputi segala sesuatu bagaimana kecilnya. 17. Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).
18. Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.
19. Dan sederhanalah kamu dalam berjalan[1182] dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.
[1182]. Maksudnya: ketika kamu berjalan, janganlah terlampau cepat dan jangan pula terlalu lambat.
Surah al -luqman (12-19)
12. Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmat kepada Luqman, yaitu: "Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji".
13. Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar".
14. Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun[1180]. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.
[1180]. Maksudnya: Selambat-lambat waktu menyapih ialah setelah anak berumur dua tahun.
15. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.
16. (Luqman berkata): "Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus[1181] lagi Maha Mengetahui.
[1181]. Yang dimaksud dengan Allah Maha Halus ialah ilmu Allah itu meliputi segala sesuatu bagaimana kecilnya. 17. Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).
18. Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.
19. Dan sederhanalah kamu dalam berjalan[1182] dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.
[1182]. Maksudnya: ketika kamu berjalan, janganlah terlampau cepat dan jangan pula terlalu lambat.
Surah al -luqman (12-19)
Senin, 12 Desember 2011
Keberanian
Berapa kali kita terjatuh? Dan berapa kali kita berani bangun kembali? Pernahkah kawan merasa berat untuk mengencangkan tali perjuangan agar bisa kokoh kembali? Pasti, terseok-seok, tertatih-tatih, dan merasa do’a-do’a yang dipanjatkan menguap tanpa arti. Ah, begitu sombongnya manusia, merasa sudah terlalu banyak berdo’a, berprasangka buruk pada yang di Atas, merasa tidak adil lantaran merasa do’a-do’a kita tidak dijawab, atau ketika seseorang sedang mengalami musibah, lantas menangis, merintih, dan mengadu, “Ya Allah, dosa apa hambamu ini? Hamba tidak sanggup lagi”, ah bukankah Allah maha tahu di atas siapa pun? Barangkali ujian ini merupakan tes kenaikan kelas keimanan yang akan membuatnya semakin mulia di hadapanNya, dan bukankah Allah tidak akan menguji hambanya di luar batas kemamuanya? Sungguh beruntung orang-orang yang mampu menghadapi dan berusaha melewati semua cobaan-cobaan yang menerpa.
Yapz, masalah, pasti kita tidak akan lepas dari apa yang di sebut “masalah”, selama nafas ini masih berhembus, selama aliran darah ini masih mengalir, selama jantung ini masih berdetak. Hidup memang untuk menghadapi masalah, dan setiap masalah yang kita hadapi merupakan suatu kesempatan untuk berbuat yang terbaik. So, gak perlu takut, ansietas (ketakutan akan masa depan) atau ketakutan dalam bentuk apa pun itu, harus terkalahkan dengan ketakutan kita kepada Allah. Jangan pernah takut menghadapi kenyataan hidup, sepahit apa pun itu, coz, Allah bersama hambaNya yang beriman. Sobat, ingat peristiwa hijrah Nabi dari Mekkah ke Madinah? Ketika mengalam pengejaran oleh kaum kafir Quraisy. Saat itu, ketika Nabi Muhammad dan Abu Bakar sedang berada di dalam gua, tiba-tiba Abu Bakar melihat jejak-jejak kaki kaum Quraisy. Maka ia berkata: “Wahai Rasulullah! Seandainya salah satu dari mereka mengangkat kakinya, niscaya ia akan melihat kita” Rasulullah bersabda: “Apa yang ada dalam persangkaanmu dengan dua orang, sesungguhnya Allah-lah yang ke-tiga”
Allah SWT berfirman dalam Al Qur’an:
“… sedang dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada di dalam gua, diwaktu dia berkata kepada temanya: ” janganlah kamu berduka cita, Sesungguhnya Allah beserta kita.” (Qs. At-Taubah [9]:40) JANGAN BERSEDIH, ALLAH BERSAMA KITA.
Kembali ke masalah keberanian, Allah SWT berfirman dalam Al Qur’an, dalam surah Hud ayat 112 “Dan tetaplah engkau (Muhammad)(Dijalan yang benar), sebagaimana telah diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang bertobat bersamamu, dan janganlah engkau melampaui batas. Sungguh, Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan ”. So, How comes? We have such great of bravely? (bener gak nieh englishnya? heheheh). Here the ways:
Memiliki daya tahan yang besar
Berterusterang dalam kebenaran
Kemampuan menyimpan rahasia
Mengakui kesalahan (dan siap untuk dikoreksi oleh orang lain)
Bersikap obyektif terhadap diri sendiri
(Semoga kita tidak termasuk orang-orang yang tidak bisa melihat kekurangan diri)
Menahan nafsu disaat kita marah
Sabtu, 20 Agustus 2011
Selasa, 16 Agustus 2011
I plan on not giving up- My Generation
My Generation
The wind blows across the playground
Sighing through a small window
Although my expectations have become unpleasant and lonely
Yet I plan on not giving up
Even if the bells ring early
Will this reality keep on going?
Let's break through the classroom windows
Let this feeling change a little
From now on let's be free!
The wind blows across the playground
Sighing through a small window
Although my expectations have become unpleasant and lonely
Yet I plan on not giving up
Even if the bells ring early
Will this reality keep on going?
Let's break through the classroom windows
Let this feeling change a little
From now on let's be free!
??????????TANYAKU pada TUHAN??????????
Langganan:
Postingan (Atom)


